Itinerary dan Tips Liburan ke Jepang : DIY bugdet trip 10D/9N Tokyo, Osaka, Kyoto, Tateyama

Berapa kira-kira biaya yang dibutuhkan untuk jalan-jalan ke Jepang selama 10 hari 9 malam dengan mengunjungi Tokyo, Osaka, Kyoto, Toyama, Tateyama Alpine Route, Universal Studio Japan (USJ), Tokyo Disneysea, dan Mt Fuji (Kawaguchiko) ? Berikut tips liburan ke Jepang dengan biaya yang cukup murah dan memuaskan serta mengunjungi banyak tempat.

DIY Trip atau ikut Tur?

Sebelum menulis artikel ini, saya kebetulan mencari-cari paket tur untuk incentive trip perusahaan saya ke Jepang selama 6 hari 5 malam dengan mengunjungi Osaka, Kyoto, dan Kobe (tanpa masuk ke USJ). Coba tebak, berapa biaya untuk minimal 20 pax? “Mahal memang kalau Jepang, terutama di hotel dan transportasinya,” kata orang tur nya. Jadi sekitar Rp 26 juta / orang all in. Wih, mahal banget saya pikir, cuma 3 daerah itu doank tanpa masuk wisata yang mahal juga. Saya pun beralih mencoba mencari dari travel agent sebelah, dan ya memang rata-rata sekitar 21-25 juta, dimana 2 hari aja sudah habis waktunya di pesawat, yang jalan-jalan efektifnya cuma 4 hari.

Kalau saya bandingkan dengan DIY trip saya tahun lalu dengan kurs JPY/IDR 128-130 (sama donk kayak kurs saat nulis artikel ini), biaya yang saya habiskan sekitar Rp 20 juta (bulan April) sudah 10 hari tuh (all in kecuali belanja / oleh-oleh ya tentunya) dan mengunjungi jauh lebih banyak tempat (main di 2 themepark lagi yaitu USJ dan Tokyo Disneysea). Untuk rute sejenis kalau dibandingkan paket tur sih perlu minimal Rp 35 juta ke atas, dan biasanya dipisah antar trip ke Tateyama dan general trip (Tokyo – Osaka – kyoto). Ya memang sih, capek banget, karena waktunya pas-pasan banget.. hahaha.. Tapi benar-benar terasa puas deh. Kalau mau lebih santai sih disarani trip tersebut untuk sekitar 12 hari.

Tips Budget Trip ke Jepang ?

Itinerary Jepang dan tips DIY trip Jepang

Kok selisihnya bisa banyak banget (Rp 20 juta vs Rp 35 juta) ? Berikut tips budget trip / tips liburan ke Jepang dengan biaya yang cukup terjangkau, hanya untuk teman-teman yang hobi explore yah… Kalau mau yang santai sih pastinya lebih prefer paket wisata yang sudah disediakan bus, karena DIY trip hampir semuanya menggunakan transportasi umum.

Jadi perbedaan ikut paket wisata vs DIY trip ke Jepang, berikut kelebihan dan kekurangannya (suka dukanya) :

Kelebihan DIY trip :

  • Lebih murah banyak sih, tapi tergantung bagaimana style traveling masing-masing ya, apakah mau nginap di hotel bintang 5 atau prefer tidur cukup di tempat yang cukup nyaman atau bahkan memilih akomodasi backpaker (kalau saya pribadi sih termasuk kategori medium, jadi bintang 3 atau setara sih oke lah, yang penting kamar pribadi – kurang suka sharing bareng orang asing sih.. hehehe).
  • Lebih puas menentukan waktu di 1 tempat, apakah mau stay lama sampai puas berfoto-foto ria atau lebih cepat cusss….
  • Tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengunjungi tempat-tempat yang tidak perlu, seperti shopping stop di tempat-tempat yang kita kurang tertarik.
  • Mengenal tempat / kota tersebut lebih dalam, karena kita berbaur dengan orang lokal dalam menggunakan transportasi-transportasi umum dan banyak berjalan kaki sehingga mengenal dan melihat lebih banyak daripada duduk di dalam bus (jadinya ngobrol atau tidur)
  • Bebas menentukan rute perjalanan atau tempat wisata yang mau dikunjungi, bebas menggeser jadwal dan menyesuaikan segala sesuatunya
  • Bebas memilih makanan yang disukai

Kekurangan DIY trip :

  • Harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan cukup detail dari awal, sehingga tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu pada hari H (jangan pada hari H, baru browsing mau kemana dan cara pergi bagaimana)
  • Lebih capek karena banyak berjalan kaki, mengejar waktu kereta, kadang-kadang salah jalan (dapat diminimalisir dengan persiapan yang matang), dan sebagainya.
  • Untuk DIY trip yang budgeted tentunya harus menikmati akomodasi yang tidak senyaman hotel-hotel bintang 4 atau 5, karena pasti kita memilih lokasi akomodasi yang strategis (dekat pusat kota / transportasi umum), sehingga harga untuk hotel berbintang di lokasi tersebut pasti jauh lebih mahal.
  • Dibutuhkan orang yang bisa mengatur atau menjadi leader dalam perjalanan tersebut.
  • Kebablasan waktu di 1 tempat saking asiknya berfoto-foto, sehingga itinerary yang sudah disusun harus direschedule / ada tempat yang batal dikunjungi.
  • Harus menggerek koper jika hendak berpindah kota / hotel (nah ini yang paling gak enaknya).

Nah, itulah yang pada umumnya terjadi jika kita melakukan liburan tanpa ikut tur / jalan sendiri. Tergantung style traveling teman-teman lebih memilih yang mana ya.

Berikut tips DIY budget trip ke Jepang / tips liburan ke Jepang sesuai pengalaman saya yang pertama kali mengunjungi Jepang tahun lalu :

  1. Persiapan yang matang. Mulailah browsing tempat-tempat wisata yang ingin dikunjungi, kemudian hubungkan rutenya dari mana kemana yang lebih searah.
  2. Perlukah membeli JR Pass saat mengunjungi Jepang ? Ini menjadi pertanyaan banyak orang yang ingin berlibur ke sana. Kebetulan untuk rute kami kemarin : Osaka – Kyoto – Osaka – Toyama – Tateyama – Tokyo – Fuji – Tokyo, kami tidak membeli JR pass, karena setelah dihitung / dibandingkan dengan tiket kereta per pembelian (single purchase), ternyata harganya tidak lebih murah.
    Tahun lalu itu JR pass sekitar Rp 3.5 jutaan (belum termasuk Tokyo Metro Subway), sedangkan jika dihitung-hitung biaya transportasi yang perlu kami keluarkan tanpa JR pass adalah sekitar Rp 3 juta (belum termasuk Tokyo Metro Subway).
  3. Jika mengunjungi Tateyama Kurobe Alpine Route, disarankan untuk membeli Pass-nya, karena memang lebih murah dan tidak perlu mengantri tiket single purchase untuk setiap pembelian.
  4. Beli tiket pesawat promo. Banyak kok tiket-tiket promo yang ditawarkan dari Indonesia ke Jepang pada saat Travel Fair. Rata-rata sekitar Rp 4-5 jutaan. Saya menggunakan Cathay Pacific dengan harga PP Rp 4,9 juta dari Jakarta dan teman saya menggunakan SQ dengan harga Rp 5,2 juta dari Medan. Tanpa promo, tiket ke Jepang sekitar Rp 7-8 jutaan, bahkan bisa mencapai Rp 10 juta pada saat peak season.
  5. Untuk penginapan di Jepang, lebih murah di Osaka. Jadi, untuk yang mengunjungi Kyoto dapat PP Osaka Kyoto karena jaraknya cukup dekat (hanya sekitar 15 menit dengan shinkanshen dan sekitar 1 jam dengan kereta biasa).
  6. Jika grup anda cukup ramai, dapat menginap di apartemen (Airbnb). Kami mendapatkan 1 apartement di Osaka dengan Airbnb yang harganya murah, ruangannya besar (bisa untuk 10 orang), dan bersih hanya dengan Rp 270rb / orang (6 orang).
  7. Untuk wifi, tiket Disneysea, dan tiket USJ dapat dibeli terlebih dahulu di Indonesia jika ada promo.

Itinerary Jepang DIY Trip 10D/9N : Tokyo, Osaka, Kyoto, Toyama, Mt. Fuji

Nah, berikut itinerary / rute perjalanan saya mengunjungi Jepang pada bulan April 2018 dengan biaya sekitar Rp 20 juta :

Hari -1 : Jakarta – Osaka 

Dengan pesawat tengah malam jam 12  Cathay Pacific, transit di Hongkong dan Taipei, baru akhirnya tiba di Osaka sekitar pukul 2 sore. Sesampainya di Osaka, kami mencari apartemen yang sudah dibooking melalui Airbnb, meletakkan koper, dan langsung cuss ke Dotonbori untuk menikmati Ichiran Ramen yang populer itu dan snackie di area Dotonbori.

ichiran jepang

Hari -2 : Osaka – USJ

Mengunjungi Jepang untuk pertama kalinya tentunya tidak lengkap jika tidak mengunjungi USJ (apalagi bagi pecinta Harry Potter), dan bermain di Universal Studio Japan ini tentunya harus seharian donk. Sayang kan uda menghabiskan Rp 1 juta untuk tiket masuk tapi hanya sebentar. Jadi, kami menghabiskan waktu seharian disini dimulai dari menaiki Harry Potter and the Forbidden Journey, menikmati show, dan sebagainya, balik ke Osaka sekitar pukul 6 sore, dan mengunjungi Shinsaibashi dan Dotonbori lagi (letaknya hanya berseberangan komplek).

Hari -3 : Kyoto

Dari Osaka, kami naik kereta ke Kyoto untuk mengunjungi Fushimi Inari Shrine. Disini kami menghabiskan waktu yang terlalu lama untuk berfoto-foto karena pada hari tersebut juga sedang ramai, sehingga cukup susah mengambil spot yang bagus. Oh ya, di sini juga ada kedai Matcha yang menurutku wajib teman-teman coba. Rasa matcha original dari Kyoto ini mantap deh (harga lumayan mahal sih)..

Dari Fushimi Inari, kemudian mengunjungi Kiyomizu Dera, salah satu kuil tertua Jepang. Nah, saat sore mau mengunjungi Arashiyama Bamboo Forest, ehh ternyata nyampe sana uda tutup, apalagi kami sempat salah berhenti di stasiun keretanya, jadinya harus berjalan kaki cukup jauh. Arashiyama ternyata sudah gelap gulita sekitar jam 6 karena tidak ada penerangan di sana. So teman-teman yang mau pergi ke Arashiyama itu bagusan pagi ya, karena sebenarnya tidak ada gerbang gitu, cuma uda gelap gulita pada jam 6 sore. Next trip dhe, baru pergi ke Arashiyama lagi.

Hari – 4 : Osaka – Toyama

Lagi-lagi 1 destinasi kami harus dihapus dari itinerary yaitu Osaka castle, karena takut tidak sempat mengejar shinkanshen ke Toyama (waktu cukup terbuang karena harus menggerek koper untuk jarak jalan yang cukup jauh dan tidak menemukan eskalator di train stationnya). Akhirnya kami mengunjungi Toyama Castle sebagai gantinya setelah sampai di kota Toyama. Sorenya, kami berjalan-jalan di sekitaran kota mengunjungi Starbucks di Kansui Park yang letaknya di pinggir kanal dan viewnya keren, yang ternyata dinobatkan sebagai salah satu starbucks terindah di dunia.

starbucks toyama kansui park

Hari-5 : Tateyama Kurobe Alpine Route 

Pagi-pagi sekitar jam 5an, kami sudah bergegas ke Toyama station untuk perjalanan Tateyama Kurobe Alpine Route ini. Nah bagi yang ingin mengunjungi Alpine route ini disarankan pagi-pagi ya, mengambil kereta pertama atau kedua, biar sempat dan cukup puas disana, karena antriannya cukup panjang, apalagi pada saat April (Tateyama baru dibuka pada tanggal 15 April setiap tahunnya). Jadi, ada beberapa spot di Tateyama ini yang menjadi tempat pemberhentian. Kami sih tidak berhenti di semua tempat karena tidak akan sempat. Jika anda mengambil 1-day trip PP seperti kami, cukup menghabiskan waktu di Murodo station, Tateyama snow Corridor (dinding salju raksasa), Dankaibo station, dan Kurobe Dam akan membuat anda terpukau dengan keindahannya.

Tateyama Murodo

Setelah seharian menghabiskan waktu di Tateyama, kami pun bergegas naik shinkanshen ke Tokyo dari Nagano station. (Tips koper untuk Tateyama Kurobe Alpine Route : koper dapat dititip dari Toyama station untuk dikirimkan ke Nagano station, sehingga anda tidak perlu menggerek koper selama menikmati keindahan Tateyama Kurobe Alpine Route tersebut).

Hari-6 : Tokyo – Kawaguchiko

Dari Tokyo, kami pun naik bus ke Kawaguchiko station selama sekitar 2 jam. Dari Kawaguchiko station, kami mengunjungi Shibazakura Festival (Shibazakura Festival dibuka pada bulan April namun akan lebih bagus untuk dikunjungi pada bulan Mei dimana bunga-bunganya sudah bermekaran sempurna. Pada bulan April, masih agak kosong). Dari Shibazakura, kemudian balik ke Kawaguchiko station untuk selanjutnya mengunjungi Chureito Pagoda. Nah, disinilah kami mendapatkan view gunung Fuji yang sempurna, tetapi harus naik 400an anak tangga dulu ya untuk sampai di atasnya (worth it kok..)

mt fuji

Hari-7 : Tokyo Disneysea

Seharian ini menghabiskan waktu di Tokyo Disneysea yang lagi-lagi tidak mau rugi karena  tiketnya sekitar Rp 1 jutaan. Baru pulang pada malam harinya setelah fireworks. Well, bisa dikatakan cukup kecewa sih sama kembang apinya karena ternyata tidak begitu wow (mungkin karena weekdays kali ya)..

tokyo disneysea malam

Hari – 8 : Tokyo

Berkeliling di Tokyo dengan mengunjungi Asakusa Temple, Tokyo Sky Tree, dan mall di dalam tokyo Skytree tersebut. Malam harinya mengunjungi Ginza district.

tokyo skytree

Hari – 9 : Tokyo

Pagi harinya mengunjungi Tsukiji Fish Market untuk makan sushi legendaris yang harus antri berjam-jam, yang katanya fresh banget dan berwisata kuliner disana.. Sebenarnya sih mau makan di Sushi Dai yang terkenal itu tapi antriannya perlu 3 jam. Berhubung cuaca uda lumayan panas, kita pun makan di sebelahnya (lupa deh namanya) yang hanya antri hampir 1,5 jam. Memang sushi dsini segar banget sih, tetapi harganya juga mahal. Well, at least pernah makan ya walaupun bukan di Sushi Dai yang legendaris itu. Hebat ya melihat bagaimana orang rela antri berjam-jam untuk menikmati sepiring sushi yang habis gak sampai setengah jam.. wkkwk.. Yaaa, karena bangun lumayan kesiangan dan antrian yang lama di Tsukiji, terpaksa perjalanan ke Odaiba batal deh..

Setelah dari Tsukiji Market, kita pun langsung menuju shopping district di Shibuya. Karena belum puas menikmati sushi, malam harinya kami dinner di tempat sushi 100 yen yang terkenal yaitu Sushiro di Minamiikebukuro, salah satu kuliner Sushi yang wajib dicoba ketika berlibur ke Jepang.

Hari-10 : Tokyo – Jakarta

Mengemas koper dan berkeliling di sekitar Shinjuku tempat kami tinggal pada pagi dan siang harinya, sebelum berangkat ke Narita Airport untuk balik ke Indonesia.

Sekian sharing liburanku ke Jepang-nya. Semoga bermanfaat sebagai referensi bagi traveller yang hendak mengunjungi / liburan ke Jepang ya..

 

Kata kunci pencarian :

– Liburan ke Jepang
– DIY trip ke Jepang
– Wisata murah ke Jepang : Tokyo, Osaka, Kyoto
– Perbandingan DIY trip dan paket tur ke Jepang
– Itinerary Jepang DIY trip
– Tips Budget trip ke Jepang
– Perjalanan Tateyama Kurobe Alpine Route
– Tips koper di Tateyama
– Tips liburan ke Jepang
– Pertama kali ke Jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *